Senin, 15 Desember 2014

Ulumul Qur'an; Kisah-kisah Dalam Al-Qur'an

Hikmah Kisah-Kisah dalam Al Qur’an

Kisah-kisah dalam Al Qur’an adalah sebenar-benarnya kisah. Berdasarkan firman Allah Ta’ala yang artinya: “Dan siapakah yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?” (Q.S. An Nisaa’: 87). Karena kisah-kisah tersebut pasti sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Dan kisah-kisah tersebut merupakan kisah-kisah terbaik. Berdasarkan firman Allah Ta’ala yang artinya: “Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu,” (Q.S. Yusuf: 3). Karena kisah-kisah tersebut mengandung nilai balaghah dan makna yang sangat tinggi kesempurnaannya. Dan kisah-kisah dalam Al Qur’an merupakan kisah-kisah yang paling besar manfaatnya. Berdasarkan firman Allah Ta’ala yang artinya: “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (Q.S. Yusuf: 111). Yang demikian itu karena sangat kuatnya pengaruh yang muncul untuk memperbaiki hati, amal dan akhlak.

Ulumul Qur'an; Kisah Dlm Al Qur'an Perspektif Tafsir dan Historis




  1. DEFINISI
Menurut As-Suyuthi, kisah dalam al-Qur’an sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengingkari sejarah, lantaran sejarah dianggap salah dan membahayakan Al-Qur’an. Kisah-kisah dalam Al-Qur’an merupakan petikan-petikan dari sejarah sebagai pelajaran kepada ummat manusia dan bagaimana mereka menarik manfaat dari peristiwa-peristiwa sejarah. Hal ini dapat dilihat bagaimana Al-Qur’an secara eksplisit berbicara tentang pentingnya sejarah, sebagaimana tercantum dalam surat Ali Imran ayat 140 : “Dan masa( kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran).” 

Tafsir Pendidikan; Etika Kepada Orang Tua



ETIKA KEPADA ORANG TUA

I.    PENDAHULUAN
“Zaman edan”. Demikian kira-kira kata yang pas untuk mengungkapakan kondisi saat ini. Betapa tidak, hampir di semua lini kehidupan telah terjadi penyelewengan dan degradasi  moral yang sangat memprihatinkan. Tidak hanya pada tingkat Negara, propinsi, kabupaten, kecamatan dan desa, tapi sudah merambah ke dunia keluarga dan individu masyarakat. Yang paling parah dari itu semua adalah sikap anak terhadap orang tuanya. Hampir setiap hari kita melihat dan mendengar, baik melalui televisi atau media masa lainnya, sikap amoral anak kepada kedua orang tuanya. Banyak anak yang  tidak menghargai orang tuanya, melecehkannya, bahkan ada yang mencaci maki dan memumukulnya, dan bahkan ada pula yang membunuhnya. Na’udzu billah,

Makalah; Peradaban Abbasiyah



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakan Masalah
Sejarah tak ubahnya kacamata masa lalu yang menjadi pijakan dan langkah setiap insan di masa mendatang. Hal ini berlaku pula bagi kita para mahasiswa PTIQ untuk tidak hanya sekedar paham sains tapi juga paham akan sejarah peradaban islam di masa lalu untuk menganalisa dan mengambil ibrah dari setiap peristiwa yang pernah terjadi. Seperti yang kita ketahui setelah tumbangnya kepemimpinan masa khulafaurrasyidin maka berganti pula sistem pemerintahan Islam pada masa itu menjadi masa daulah umayyah, dan dalam makalah ini akan disajikan sedikit tentang masa daulah Abbasiyah.

Makalah; MBS




Pendahuluan
Latar Belakang
Sekolah adalah salah satu dari Tripusat pendidikan yang dituntut untuk mampu menjadikan output yang unggul, mengutip pendapat Gorton tentang sekolah ia mengemukakan, “bahwa sekolah adalah suatu sistem organisasi, di mana terdapat sejumlah orang yang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan sekolah yang dikenal sebagai tujuan instruksional”. Desain organisasi sekolah adalah di dalamnya terdapat tim administrasi sekolah yang terdiri dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan oranisasi.

Makalah; MBS dan Sarpras



BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Sejak beberapa tahun terakhir, kita dikenalkan dengan pendekatan baru dalam manajemen sekolah yang lebih dikenal dengan manajemen berbasis sekolah  (school  based  management)  atau disingkat MBS.
Adapun secara umum, gagasan penerapan pendekatan ini muncul sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah sebagai paradigma baru dalam pengoperasian sekolah. Selama ini sekolah hanyalah kepanjangan tangan birokrasi  pemerintah  pusat  untuk  menyelenggarakan  urusan  politik pendidikan.Anggaran pendidikan mengalir dari pusat ke daerah menelusuri saluran birokrasi dengan begitu banyak simpul yang masing-masing menginginkan bagian. Tidak heran jika nilai akhir yang diterima di tingkat paling operasional telah menyusut. Kita khawatir, jangan-jangan selama ini lebih dari separuh dana pendidikan sebenarnya dipakai untuk hal-hal yang sama sekali tidak berhubungan dengan proses pembelajaran di level yang paling operasional, yaitu sekolah.

Makalah; MASJID DI ERA GLOBALISASI



MANAGEMEN MASJID DI ERA GLOBALISASI
A.    Pendahuluan
Dewasa ini arus gloalisasi semakin terasa.  Perkembangan dunia internasional baik dalam bidang ekonomi, politik maupun social budaya secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia. Arus globalisasi baik positip maupun negative telah menembus batas-batas Negara, bahkan menembus dinding-dinding rumah tangga kita. Jika tidak siap maka dapat dipastikan akan menimbulkan malapetaka.
Masjid sebagai pusat peradaban Islam diharapkan mampu berperan aktip dalam membina iman dan taqwa umat Islam, sehingga mereka terbentengi dari dampak negative era globalisasi. Pada saat yang sama mereka juga termotivasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu mengejar ketertinggalan dari umat Islam.