Senin, 15 Desember 2014

Kloning Dan Bayi Tabung Perspektif Islam



KLONING DAN BAYI TABUNG
(In Vitro Vertilization (IVF)

1.Latar Belakang Masalah.
Tidak mungkin seseorang menentang kehendak Allah. Bagaimana mungkin, sedangkan akal yang menjadi sandaran para ilmuwan merupakan makhluk ciptaan Allah? Allah lah yang mewujudkan dan menjadikan untuknya kemampuan terbatas, tak mungkin bisa melampauinya. Ungkapan orang bahwa ilmu pengetahuan menundukkan alam adalah perkataan yang hampa dari makna. Sebab ilmu pengetahuan hanya mengenal sebagaian saja, dari hukum – hukum Allah untuk alam ini.Belakangan ini telah berkembang satu teknologi baru yang mampu memduplikasi makhluk hidup dengan sama persis, teknologi ini dikenal dengan nama teknologi kloning. 

Kajian Akademis: Hermeunetika Al-Qur'an



HERMENEUTIKA AL-QUR’AN
 (Pendekatan Baru dalam Memahami Kehendak Tuhan)

A. Pendahuluan
Bagi umat Islam, al-Qur’an adalah kitab suci yang diyakini secara konsensus (ijma’) otentisitas dan orisinalitasnya sebagai hudan li al-nas dan rahmatan li al-alamin. Sebagai kitab suci yang memiliki posisi sangat penting bagi kehidupan manusia, yang dianggap shalih li kulli zaman wa makan (Relevan bagi setiap ruang dan waktu), ia senantiasa ditafsirkan dan ditafsirkan ulang.
Sebagaimana diperkenalkan kepada kita, al-Qur’an adalah kumpulan ayat. Ayat pada hakikatnya adalah tanda dan simbol yang tampak. Namun, simbol tersebut tidak dapat dipisahkan dari sesuatu yang lain yang tidak tersurat, tetapi tersirat, sebagaimana diperkenalkan konsep tafsir dan ta’wil. Hubungan antara keduanya, antara makna tersurat dan makna tersirat, terjalin sedemikian rupa, hingga bila tanda dan simbol itu dipahami oleh pikiran, maka makna yang tersirat –insya Allah, berkat bantuan Allah- akan dipahami pula oleh jiwa seseorang.

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih; Perdebatan Hangat



Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Shalat Tarawih hukumnya sangat disunnahkan (sunnah muakkadah), lebih utama berjama’ah. Demikian pendapat masyhur yang disampaikann oleh para sahabat dan ulama.
Ada beberapa pendapat tentang raka’at shalat Tarawih; ada pendapat yang mengatakan bahwa shalat tarawih ini tidak ada batasan bilangannya, yaitu boleh dikerjakan dengan 20 (dua puluh) raka’at, 8 (delapan), atau 36 (tiga puluh enam) raka’at; ada pula yang mengatakan 8 raka’at; 20 raka’at; dan ada pula yang mengatakan 36 raka’at.

Ilmu Kalam: Aliran Maturidiyah



ALIRAN MATURIDIYAH



DAFTAR ISI

A. Pendahuluan
B. Pembahasan
1. Riwayat Singkat Al-Maturidi
2. Doktrin-Doktrin Teologi Al-Maturidi
a. Akal dan Wahyu
b. Perbuatan Manusia

Kajian Pemikiran: Farid Esack Biografi, Ide dan Pemikiran



Membebaskan yang tertindas
Farid esack
Ia adalah salah satu tokoh Islam Kontemporer yang tidak bosan-bosan menyerukan renaissance dalam paradigma pemikiran Islam. Dengan titik pemikiran terfokus pada Hermeneutika Qur’an, Esack menawarkan Teologi Pembebasan bagi ketidakadilan. Dengan keberanian yang dimilikinya, ia sangat meyakini bahwa Kitab Suci Al-Qur’an adalah sebuah wahyu yang memberikan pemihakan kepada kelompok lemah atau mustadh’afin. Maka segala hal yang berkaitan dengan Al-Qur’an harus berpihak kepada kaum mustadh’afin, setidaknya menolak ketidakadilan. Komitmen membangun sebuah masyarakat egaliter, berkeadilan, berkesetaraan, dan tanpa rasialisme primordial harus menjadi barometer baku dalam setiap penafsiran teks-teks suci. 

Biografi Sarno Hanipudin, Kota Banjar, Jawa Barat



Sarno Hanipudin, terlahir dari keluarga sederhana nan jauh di desa. Putra ke-5 dari 6 bersaudara ini semenjak kecil ia dibina langsung oleh orang tuanya khususnya dalam bidang agama. Bapaknya yang merupakan guru agama yang bertugas di Pangandaran  sekaligus “empunya” masjid, seakan menjadi aib apabila anak-anaknya gamang dalam bidang agama.
Kelahirannya yang berbarengan dengan diangkat bapaknya menjadi PNS di tahun 1985, membuatnya menjadi anak yang ‘diistimewakan’, akan tetapi rampung kuliah S1 juga berbarengan dengan pensiunnya bapaknya sebagai PNS di tahun 2009.

kajian ilmiah; posisi dan hubungan ilmu, filsafat dan agama



ILMU, FILSAFAT DAN AGAMA
DAN RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU
Sebuah Dialektika Segitiga

  1. Pengertian
a.      Ilmu
Kata ‘ilmu” merupakan terjemahan dari kata “science”, yang secara etimologis berasal dari kata latin “scire”, yang artinya “to know”. Dalam pengertian yang sempit science diartikan untuk menunjukan ilmu pengetahuan alam yang sifatnya kuantitaif dan objektif.[1]
Menurut Titus, ilmu (science) diartikan sebagai “common sense” yang diatur dan diorganisasikan, mengadakan pendekatan terhadap benda-benda atau peristiwa-peristiwa dengan menggunakan metode-metode observasi yang teliti dan kritis.